Senin, 23 Juni 2014

Cucak Kombo / Kecial Kombo

Di kota Solo saat ini sedang populer di antara para pecinta burung berkicau untuk memelihara burung cucak kombo.
Burung endemik asli Indonesia ini memang memiliki kicauan yang cukup bagus dan khas.
Sebenarnya burung ini adalah burung yang dilindungi, tetapi entah bagaimana caranya ada ratusan bahkan mungkin ribuan yang bisa dijual di pasar burung lokal.
Membedakan Jantan dan Betina
Perbedaan antara pejantan dan betina cucak kombo memang lumayan sulit jika dilakukan ketika burung masih muda. Hal ini karena warna bulunya hampir sama. Namun ketika sudah dewasa kita dapat membedakan antara jantan dan betina dengan cara sebagai berikut.

Cucak Kombo Betina
  • Bagian bawah paruh dan perut terdapat garis berwarna kuning.
  • Bagian punggungnya juga lebih cenderung ke warna kuning.
  • Postur lebih kecil

Cucak Kombo Jantan
  • Postur lebih besar dan memanjang
  • Bagian bawah paruh dan perut tidak terdapat garis berwarna kuning dan cenderung berwarna abu-abu.
  • Bagian punggungnya juga lebih cenderung ke warna hijau.
  • Paruh lebih besar dan panjang.
  • Memiliki kualitas suara yang lebih keras dan variatif.  

Perawatan Cucak Kombo
Makanan - Di alam bebas makanan cucak kombo adalah nektar bunga. Namun anda juga bisa memberinya larutan air gula, kroto dan serangga kecil. Jika memberikan ulat hendaknya berikan yang masih kecil atau yang masih berwarna putih. Anda juga dapat melatihnya untuk memaka voer dengan cara mencampurnya dengan kroto terlebih dahulu kemudian perlahan-lahan memberikan voer saja. Dapat juga ditambahkan susu kental manis putih untuk menambah makanan yang mengandung cukup asupan gula nya.
Jadi dalam sangkar cucak kombo ini kita tempat kan 4 cepuk, satu untuk tempat nektar, satu untuk tempat kroto atau ulat, satu untuk susu kental manis, dan satu lagi untuk tempat minum (usahakan tempatnya agak besar, dikarenakan cucak kombo sangat suka mandi)

Sangkar - Untuk memelihara cucak kombo diperlukan ukuran sangkar sekitar 40 x 40 cm dengan tinggi sekitar 50-60 cm.

Penjemuran - Usahakan untuk menjemur cucak kombo ketika matahari masih hangat. Jangan menjemur di bawah terik matahari yang terlalu panas.

Kerodong - Usahakan untuk selalu mengerodong sangkar agar burung dapat istirahat dengan baik dan juga terbebas dari gangguan hewan lain.
Menjaga kebersihan - Selalu bersihkan sangkar dan mangkuk makanan dan minuman agar burung selalu dalam keadaan sehat.

Kamis, 19 Juni 2014

Cara beternak kenari


Tidak dipungkiri saat ini semakin banyak para hobiis burung kenari.
Hal ini membuat permintaan pasar akan burung kenari cukup meningkat tajam.
Banyak para hobiis yang hanya sekedar menyukai kicau ataupun warna dari burung kenari beralih menjadi peternak burung kenari tersebut.
Disini penulis akan mencoba membagikan pengalaman beternak kenari bagi para peternak pemula yang mungkin masih mengalami kesulitan dalam beternak kenari.
1.      Tahap persiapan kandang
   Ada beberapa cara dalam mempersiapkan kandang ternak untuk burung kenari.
   Hal ini disesuaikan dengan kondisi lokasi yang akan digunakan untuk beternak kenari.
   Disini penulis membagi dalam dua metode kandang ternak kenari :
  • Kandang Permanen 
Untuk kandang permanen kita bisa menggunakan bahan dari kayu maupun juga dari besi.
Kandang biasa berupa kandang besar yang berisi beberapa plong kandang kecil. Standar ukuran tiap plong berukuran lebar 35-45 cm, panjang 45-60 cm, dan tinggi 40-50 cm
Untuk ukurang kandang bisa disesuaikan dengan kondisi lokasi yang akan digunakan untuk tempat meletakkan kandang tersebut.
Dari segi positif, kandang permanen ini lebih baik karena burung akan merasa tenang dan nyaman di dalam kandang, sebab kandang tidak dipindah-pindah.
Dari segi negatif, kita harus meluangkan waktu untuk menjemur kenari-kenari yang ada dikandang permanen dengan memindahkan ke sangkar gantung, dikarenakan kenari membutuhkan penjemuran yang cukup agar bisa berproduksi dengan baik.
Contoh gambar kandang permanen
  • Kandang Tidak Permanen
Untuk kandang tidak permanen bisa menggunakan sangkar gantung yang biasa dipakai untuk keseharian burung kenari.
Metode ini cukup efisien untuk para peternak kenari yang tidak memiliki lahan yang luas untuk lokasi ternak kenari.
Selain itu biaya untuk kandang juga tidak terlalu banyak.
Dari segi positif, kandang harian ini memudahkan kita untuk menjemur kenari-kenari.
Dari segi negatif, sangkar gantung tersebut terkadang kurang nyaman bagi kenari-kenari dikarenakan sering bergoyang-goyang apabila terkena angin. Untuk menyiasati bisa kita tempelkan di tembok dengan tidak lupa memberi kapur semut disekitar sangkar untuk menghindari semut yang biasa menganggu baik induk ataupun anakan kenari.



2.      Tahap persiapan kenari.
Untuk indukan kenari kita bisa membeli di pedagang-pedagang pasar burung di pasar burung ataupun di para peternak kenari di sekitar kita.
Untuk para pemula lebih baik membeli di para peternak yang sudah kita kenal, sehingga kita bisa menghindari penipuan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Ataupun apabila memang terpaksa kita membeli dari pedagang di pasar burung, lebih baik kita membeli dari pedagang yang kita kenal ataupun kita mengajak teman yang lebih tahu tentang burung kenari yang baik.
Apabila kita memiliki modal yang cukup, kita bisa langsung membeli kenari yang sudah indukan yang sudah berproduksi sehingga kita bisa langsung menikmati hasilnya.
Tetapi apabila modal kita tidak terlalu besar, kita bisa memulai dengan membeli kenari yang masih usia siapan, dengan harapan nanti nya bisa menjadi indukan yang berproduksi baik dan berkualitas.

3.      Tahap penjodohan.
Kita bisa memilih beberapa metode penjodohan kenari.
Bisa dengan metode monogami ataupun poligami.
A.    Metode monogami
Untuk metode ini kita harus mempersiapkan indukan betina dan indukan pejantan yang sama jumlahnya. Sehingga kita bisa menjodohkan satu ekor indukan betina dengan satu ekor indukan pejantan.
Metode ini cukup baik untuk menjaga garis keturunan dari indukan kenari, sehingga akan bisa menghasilkan anakan yang memiliki garis keturunan yang jelas.
Dalam metode ini baik pejantan maupun betina akan selalu dijadikan dalam satu kandang sampai bertelur dan meloloh anakannya.
B.     Metode Poligami
Biasanya metode ini digunakan untuk peternak yang tidak memiliki banyak pejantan.
Untuk metode ini biasanya digunakan satu pejantan untuk beberapa ekor betina. Biasa satu jantan untuk 3-5 betina.
Metode ini memang cukup baik untuk menghasilkan anakan tetapi terkadang kita kurang bisa menjaga garis keturunan dari indukan-indukan tersebut. Kita harus melakukan pencatatan dan administrasi yang baik untuk bisa mengetahui garis keturunan dari anakan yang dihasilkan.
Dalam metode ini perlu diperhatikan waktu yang tepat untuk mengawinkan pejantan dengan betina. Saat yang paling baik adalah di pagi hari, karena saat pagi hari burung masih dalam kondisi fit dan segar setelah berisitirahat semalaman.
Proses pengawinan diawali dengan penempatan antara betina dan pejantan di masing-masing sangkar gantung yang didekatkan. Pejantan yang birahi ditandai dengan berkicau nyaring sambil mengejar betina, sedangkan betina ditandai dengan menggepar-geparkan sayap saat pejantan mengejarnya.
Kenari betina dan jantan yang sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut berarti keduanya sudah siap untuk disatukan dalam satu sangkar.
Apabila sudah berjodoh, pejantan akan langsung mengawin betina, tetapi apabila keduanya masih bertengkar, sebaiknya pisahkan kembali dan ulangi proses penempatan di sangkar yang berdekatan terlebih dahulu.
Apabila betina sudah bertelur, segera pisahkan pejantan untuk kemudian selanjutnya pejantan akan digunkan untuk mengawin betina yang lain.
Sehingga betina akan mengerami telur dan meloloh anakannya sendiri, tanpa bantuan pejantan.

4.      Tahap panen anakan
Kenari betina akan mengerami telur selama 12-14 hari. Kenari bisa bertelur antara 2 sampai 6 butir.
Apabila sudah menetas, kita bisa mengadopsi anakan kenari tersebut untuk diloloh sendiri dengan adonan makanan khusus setelah berusia 8-10 hari. Hingga selanjutnya berusia 3-4 minggu untuk bisa kita jual.
Atau bisa juga anakan tersebut diloloh sendiri oleh indukannya hingga berumur 3-4 minggu kemudian kita pisahkan di kandang tersendiri untuk selanjutnya bisa kita jual.


Selamat mencoba….Salam Sukses