Kamis, 19 Juni 2014

Cara beternak kenari


Tidak dipungkiri saat ini semakin banyak para hobiis burung kenari.
Hal ini membuat permintaan pasar akan burung kenari cukup meningkat tajam.
Banyak para hobiis yang hanya sekedar menyukai kicau ataupun warna dari burung kenari beralih menjadi peternak burung kenari tersebut.
Disini penulis akan mencoba membagikan pengalaman beternak kenari bagi para peternak pemula yang mungkin masih mengalami kesulitan dalam beternak kenari.
1.      Tahap persiapan kandang
   Ada beberapa cara dalam mempersiapkan kandang ternak untuk burung kenari.
   Hal ini disesuaikan dengan kondisi lokasi yang akan digunakan untuk beternak kenari.
   Disini penulis membagi dalam dua metode kandang ternak kenari :
  • Kandang Permanen 
Untuk kandang permanen kita bisa menggunakan bahan dari kayu maupun juga dari besi.
Kandang biasa berupa kandang besar yang berisi beberapa plong kandang kecil. Standar ukuran tiap plong berukuran lebar 35-45 cm, panjang 45-60 cm, dan tinggi 40-50 cm
Untuk ukurang kandang bisa disesuaikan dengan kondisi lokasi yang akan digunakan untuk tempat meletakkan kandang tersebut.
Dari segi positif, kandang permanen ini lebih baik karena burung akan merasa tenang dan nyaman di dalam kandang, sebab kandang tidak dipindah-pindah.
Dari segi negatif, kita harus meluangkan waktu untuk menjemur kenari-kenari yang ada dikandang permanen dengan memindahkan ke sangkar gantung, dikarenakan kenari membutuhkan penjemuran yang cukup agar bisa berproduksi dengan baik.
Contoh gambar kandang permanen
  • Kandang Tidak Permanen
Untuk kandang tidak permanen bisa menggunakan sangkar gantung yang biasa dipakai untuk keseharian burung kenari.
Metode ini cukup efisien untuk para peternak kenari yang tidak memiliki lahan yang luas untuk lokasi ternak kenari.
Selain itu biaya untuk kandang juga tidak terlalu banyak.
Dari segi positif, kandang harian ini memudahkan kita untuk menjemur kenari-kenari.
Dari segi negatif, sangkar gantung tersebut terkadang kurang nyaman bagi kenari-kenari dikarenakan sering bergoyang-goyang apabila terkena angin. Untuk menyiasati bisa kita tempelkan di tembok dengan tidak lupa memberi kapur semut disekitar sangkar untuk menghindari semut yang biasa menganggu baik induk ataupun anakan kenari.



2.      Tahap persiapan kenari.
Untuk indukan kenari kita bisa membeli di pedagang-pedagang pasar burung di pasar burung ataupun di para peternak kenari di sekitar kita.
Untuk para pemula lebih baik membeli di para peternak yang sudah kita kenal, sehingga kita bisa menghindari penipuan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Ataupun apabila memang terpaksa kita membeli dari pedagang di pasar burung, lebih baik kita membeli dari pedagang yang kita kenal ataupun kita mengajak teman yang lebih tahu tentang burung kenari yang baik.
Apabila kita memiliki modal yang cukup, kita bisa langsung membeli kenari yang sudah indukan yang sudah berproduksi sehingga kita bisa langsung menikmati hasilnya.
Tetapi apabila modal kita tidak terlalu besar, kita bisa memulai dengan membeli kenari yang masih usia siapan, dengan harapan nanti nya bisa menjadi indukan yang berproduksi baik dan berkualitas.

3.      Tahap penjodohan.
Kita bisa memilih beberapa metode penjodohan kenari.
Bisa dengan metode monogami ataupun poligami.
A.    Metode monogami
Untuk metode ini kita harus mempersiapkan indukan betina dan indukan pejantan yang sama jumlahnya. Sehingga kita bisa menjodohkan satu ekor indukan betina dengan satu ekor indukan pejantan.
Metode ini cukup baik untuk menjaga garis keturunan dari indukan kenari, sehingga akan bisa menghasilkan anakan yang memiliki garis keturunan yang jelas.
Dalam metode ini baik pejantan maupun betina akan selalu dijadikan dalam satu kandang sampai bertelur dan meloloh anakannya.
B.     Metode Poligami
Biasanya metode ini digunakan untuk peternak yang tidak memiliki banyak pejantan.
Untuk metode ini biasanya digunakan satu pejantan untuk beberapa ekor betina. Biasa satu jantan untuk 3-5 betina.
Metode ini memang cukup baik untuk menghasilkan anakan tetapi terkadang kita kurang bisa menjaga garis keturunan dari indukan-indukan tersebut. Kita harus melakukan pencatatan dan administrasi yang baik untuk bisa mengetahui garis keturunan dari anakan yang dihasilkan.
Dalam metode ini perlu diperhatikan waktu yang tepat untuk mengawinkan pejantan dengan betina. Saat yang paling baik adalah di pagi hari, karena saat pagi hari burung masih dalam kondisi fit dan segar setelah berisitirahat semalaman.
Proses pengawinan diawali dengan penempatan antara betina dan pejantan di masing-masing sangkar gantung yang didekatkan. Pejantan yang birahi ditandai dengan berkicau nyaring sambil mengejar betina, sedangkan betina ditandai dengan menggepar-geparkan sayap saat pejantan mengejarnya.
Kenari betina dan jantan yang sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut berarti keduanya sudah siap untuk disatukan dalam satu sangkar.
Apabila sudah berjodoh, pejantan akan langsung mengawin betina, tetapi apabila keduanya masih bertengkar, sebaiknya pisahkan kembali dan ulangi proses penempatan di sangkar yang berdekatan terlebih dahulu.
Apabila betina sudah bertelur, segera pisahkan pejantan untuk kemudian selanjutnya pejantan akan digunkan untuk mengawin betina yang lain.
Sehingga betina akan mengerami telur dan meloloh anakannya sendiri, tanpa bantuan pejantan.

4.      Tahap panen anakan
Kenari betina akan mengerami telur selama 12-14 hari. Kenari bisa bertelur antara 2 sampai 6 butir.
Apabila sudah menetas, kita bisa mengadopsi anakan kenari tersebut untuk diloloh sendiri dengan adonan makanan khusus setelah berusia 8-10 hari. Hingga selanjutnya berusia 3-4 minggu untuk bisa kita jual.
Atau bisa juga anakan tersebut diloloh sendiri oleh indukannya hingga berumur 3-4 minggu kemudian kita pisahkan di kandang tersendiri untuk selanjutnya bisa kita jual.


Selamat mencoba….Salam Sukses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar